ENEWS, MAKASSAR — Anggota DPRD Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Dr. Irwansyah, berkomitmen mendorong pengelolaan sampah menjadi sumber ekonomi masyarakat. Salah satu langkah yang disiapkan yakni mendatangkan pengelola Bank Sampah Unit (BSU) Asoka V dari Kota Makassar untuk memberikan pembinaan di Koltim.
Rencana tersebut disampaikan Irwansyah setelah rombongan lurah dan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) dari Koltim melakukan kunjungan koordinasi dan konsultasi ke Kantor Kecamatan Tamalate serta Kelurahan Jongaya, Makassar.
Rombongan mempelajari langsung sistem pengelolaan BSU Asoka V yang dipimpin Faisal. Bank sampah di Kelurahan Jongaya tersebut diketahui telah meraih sejumlah penghargaan dan dinobatkan sebagai BSU Terbaik Nasional oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI pada 2023.
Salah satu program yang menjadi perhatian rombongan adalah kemitraan BSU Asoka V dengan PT Pegadaian melalui program penukaran sampah menjadi tabungan emas.
Faisal menyebut, konsistensi masyarakat memilah dan menyetorkan sampah telah menghasilkan lebih dari 40 gram emas yang dikumpulkan para nasabah.
“Melalui kegiatan pemilahan sampah yang dilakukan secara konsisten, nasabah kami hingga saat ini telah mengumpulkan lebih dari 40 gram emas,” ujar Faisal saat memaparkan program BSU Asoka V di Kantor Kecamatan Tamalate.
Irwansyah menilai pola pengelolaan tersebut dapat diterapkan di Koltim. Menurutnya, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan pola kumpul, angkut, dan buang.
“Sampah perlu dikelola dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Konsep seperti ini yang ingin kami bawa ke Koltim,” katanya.
Irwansyah bahkan menyatakan siap menggunakan dana pribadi untuk mendatangkan Faisal ke Koltim jika dukungan anggaran pemerintah daerah belum tersedia.
“Apa yang dilakukan BSU Asoka perlu diterapkan di Koltim karena sampah masih menjadi salah satu persoalan besar di daerah kami. Kami akan mengundang Pak Faisal untuk datang langsung memberikan pembinaan. Jika belum ada anggaran daerah, kami siap menggunakan dana pribadi agar kegiatan ini dapat terlaksana,” tegasnya.
Rencana tersebut mendapat dukungan dari Lurah Rate-Rate, Hasrul, yang turut dalam kunjungan. Ia menyatakan wilayahnya siap menjadi lokasi percontohan sekaligus tempat pelatihan pengelolaan bank sampah.
Dalam rencana kolaborasi tersebut, Irwansyah akan membantu biaya transportasi narasumber, sementara Kelurahan Rate-Rate menyiapkan akomodasi dan kebutuhan operasional pelatihan.
“Pelatihannya dapat dilaksanakan di Rate-Rate. Pak Irwansyah akan menanggung biaya transportasi, sementara pihak Kelurahan Rate-Rate menyiapkan akomodasi dan kebutuhan operasional lainnya,” ujar Hasrul.
Program ini diarahkan tidak sekadar mengurangi volume sampah, tetapi juga mendorong masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi dari sampah rumah tangga melalui sistem pemilahan, pengelolaan, hingga konversi menjadi tabungan emas. (Andriana Lestari)






