Forbes Anti Narkoba: Persoalan Pemberantasan Narkoba Bone Dinilai Buntu di Satresnarkoba Polres

Ketgam: Anggota Forbes Anti Natkoba Bone bersama sejumlah OKP dan masyarakat Bone saat hendak menggelar aksi unjuk rasa di Mapolres Bone, Sabtu (7/11/2026). (Dok. ENews)
Ketgam: Anggota Forbes Anti Natkoba Bone bersama sejumlah OKP dan masyarakat Bone saat hendak menggelar aksi unjuk rasa di Mapolres Bone, Sabtu (7/11/2026). (Dok. ENews)

ENEWS, BONE — Ketua Umum Forum Bersama (Forbes) Anti Narkoba Kabupaten Bone, Andi Singkeru Rukka, menilai penanganan persoalan narkoba di Kabupaten Bone mengalami kebuntuan pada tingkat Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bone.

Penilaian tersebut disampaikan menyusul aksi unjuk rasa Aliansi Bone Bersatu di Mapolres Bone, Sabtu (7/11/2026), yang menyoroti dugaan praktik suap dan permainan pasal dalam penanganan sejumlah perkara narkotika.

banner 728x250

Andi Singkeru menegaskan, persoalan tersebut tidak boleh terus dibiarkan karena berdampak langsung terhadap upaya pemberantasan narkoba dan masa depan generasi muda di Kabupaten Bone.

Menurutnya, usia produktif masyarakat seharusnya digunakan untuk menghasilkan karya, membangun daerah, serta mendukung berbagai program pemerintah dalam memajukan sektor kehidupan masyarakat.

Namun, energi, pikiran, dan waktu masyarakat justru banyak tersita untuk menghadapi persoalan kejahatan narkoba yang dinilai belum tertangani secara maksimal.

“Harusnya di usia produktif ini ada karya yang kita buat untuk masa depan anak-anak. Kita meng-support program pemerintah untuk memajukan banyak aspek. Tetapi sekarang waktu, energi, dan pikiran kita justru tersita untuk terus melawan kejahatan,” tegasnya, Ahad (8/11).

Ia mengungkapkan, dirinya pernah berbincang dengan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman selama kurang lebih 30 menit membahas persoalan narkoba.

Dalam pembicaraan tersebut, menurut Andi Singkeru, pemerintah daerah juga menyadari adanya kebuntuan dalam penanganan persoalan narkoba, khususnya pada aspek penindakan kasus.

Bahkan, berdasarkan penjelasan Sekretaris Daerah (Sekda) Bone, Edy Saputra Syam, pemerintah daerah telah berupaya melakukan pencegahan, salah satunya melalui tes urine di berbagai lini.

Namun, upaya pencegahan tersebut dinilai belum cukup apabila tidak diikuti penanganan perkara yang tegas, transparan, dan konsisten oleh aparat penegak hukum.

“Menurut Pak Sekda, pemerintah daerah sudah berupaya, contohnya tes urine di setiap lini. Tetapi kebuntuannya memang di penanganan kasus. Akhirnya persoalannya terus begitu-begitu saja,” ujarnya.

Andi Singkeru mengibaratkan kondisi tersebut seperti pohon mangga yang tumbuh kurus dan layu karena dililit benalu. Pohon tersebut tidak akan mampu tumbuh maksimal apabila benalu yang menghambat pertumbuhannya tidak disingkirkan.

Analogi itu menggambarkan pentingnya membenahi persoalan di internal penegakan hukum agar upaya pemberantasan narkoba di Bone tidak terus terhambat.

Ia juga mengungkapkan, Forbes Anti Narkoba telah berjuang hampir tiga tahun membangun gerakan pemberantasan narkoba dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Menurutnya, gerakan tersebut mulai menunjukkan dampak positif meskipun hasilnya belum dapat diukur secara kuantitatif.

“Alhamdulillah, meskipun tidak bisa diukur dengan angka, tetapi bisa dilihat dan dirasakan bahwa peredarannya cukup berkurang,” ungkapnya.

Forbes, lanjutnya, terus mendorong partisipasi masyarakat dengan membangun koalisi bersama organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, perguruan tinggi, organisasi kader seperti PMII, IMM dan HMI, organisasi pencinta alam, hingga pemerintah daerah.

Namun, berbagai upaya kolaborasi tersebut dinilai akan sulit mencapai hasil maksimal apabila persoalan penanganan perkara di Satresnarkoba Polres Bone tidak dibenahi.

Dugaan Permainan Perkara Jadi Sorotan Aksi

Sebelumnya, Aliansi Bone Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di Mapolres Bone dengan membawa sejumlah bukti yang mereka klaim berkaitan dengan dugaan permainan pasal dan permintaan uang dalam penanganan perkara narkotika.

Jenderal Lapangan aksi, Zulkifli, menyebut pihaknya telah mengantongi bukti dugaan praktik tersebut dan menilai persoalannya lebih serius dibanding kasus yang sebelumnya menyeret mantan Kasat Narkoba Polres Bone.

Dalam orasinya, massa mendesak Kapolres Bone mengambil tindakan tegas terhadap Kasat Narkoba, sejumlah Kanit, serta penyidik yang disebut dalam dugaan praktik tersebut.

Andi Singkeru juga menyebut sejumlah nama personel kepolisian yang menurutnya muncul dalam rekaman terkait penanganan perkara di Kelurahan Tanah Batue. Salah satu yang menjadi sorotan adalah dugaan permintaan uang untuk mengubah pasal dalam perkara tersebut.

Atas tudingan itu, massa mendesak adanya pemeriksaan menyeluruh dan tindakan tegas apabila dugaan pelanggaran terbukti.

Sementara itu, Wakapolres Bone, Kompol Antonius Tutleta, S.Pd., yang menerima aspirasi massa menyatakan pihaknya akan meneruskan laporan tersebut kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.

“Jika apa yang disampaikan oleh teman-teman lengkap dengan bukti, maka tentu kami akan laporkan kepada pimpinan untuk dilakukan tindakan tegas,” ujarnya.

Persoalan ini kini menjadi ujian bagi Polres Bone untuk membuktikan komitmennya dalam memberantas narkoba, termasuk memastikan dugaan penyimpangan di internal Satresnarkoba diperiksa secara objektif dan transparan.

Sebab, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan menangkap pelaku di lapangan. Integritas aparat yang menangani perkara juga menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai peredaran narkotika di Kabupaten Bone. (Redaksi)





Tinggalkan Balasan