Dua Pekan Sampah Tak Diangkut, Warga Tappanjeng Bantaeng Keluhkan Bau Menyengat

Foto: Terakhir kali petugas kebersihan menagmbil sampah pada 22 Oktober 2026 lalu. (Ismail)
Foto: Terakhir kali petugas kebersihan menagmbil sampah pada 22 Oktober 2026 lalu. (Ismail)

ENEWS, BANTAENG ••》Tumpukan sampah di sepanjang Jalan Durian dan Jalan Pepaya, Kelurahan Tappanjeng, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, dikeluhkan warga. Sampah yang disebut telah menumpuk hingga dua pekan itu tak kunjung diangkut petugas kebersihan.

Kondisi tersebut menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

banner 728x250

Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku, sampah di lingkungan tempat tinggalnya sudah beberapa hari tidak diangkut. Padahal, warga mengaku rutin membayar iuran kebersihan setiap bulan.

“Sudah beberapa hari ini sampah tidak diangkut dan menimbulkan bau tidak sedap. Padahal, setiap bulan kami tidak pernah terlambat membayar iuran kebersihan,” ungkap warga saat ditemui di kediamannya, Rabu (4/11/2026).

Warga pun mempertanyakan pelayanan pengangkutan sampah yang dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya. Mereka berharap Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantaeng segera turun tangan mengatasi persoalan tersebut sebelum tumpukan sampah semakin meluas.

Sementara itu, salah seorang pengawas kebersihan yang bertugas memantau pengangkutan sampah di Kelurahan Tappanjeng menyebut, keterlambatan pengangkutan disebabkan kendaraan operasional yang biasa melayani rute tersebut mengalami kerusakan.

Akibatnya, proses pengangkutan sampah menjadi terhambat.

Terpisah, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp terkait tumpukan sampah yang belum diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA), Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantaeng, Andi Asri Pawiloi, memberikan tanggapan singkat.

“Tunggu, saya tanya dulu anggotaku,” tulisnya.

Hingga berita ini disusun, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai kapan pengangkutan sampah di Jalan Durian dan Jalan Pepaya akan kembali normal.

Warga berharap persoalan kerusakan kendaraan operasional tidak menjadi alasan berlarut-larut yang membuat masyarakat terus menanggung dampak tumpukan sampah dan bau menyengat.

Jurnalis: Ismail L





Tinggalkan Balasan