ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Dalam perkembangan bisnis kuliner yang semakin masif, selalu saja ada berbagai upaya kreatif yang diperlukan pengusaha guna mengembangkan kafe maupun resto mereka. Artinya, cita rasa makanan yang mumpuni saja tidak cukup untuk mengangkat brand sebuah kafe-resto.
Kabar baru bagi pencinta kuliner dan wisatawan, kafe yang sebelumnya bernama Foodpedia yang terletak di Jalan Jendral Sudirman No. 5, Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan relaunching dengan nama baru Ta Sugi, Sabtu (29/7/2023).
Peresmian Kafe dan Resto Ta Sugi ditandai dengan pelepasan burung merpati dan balon ke udara, pemotongan pita, serta pemotongan tumpeng.
Selain instagramable, menu yang disajikan berupa fusion dari Indonesian, Chinese dan Western Food dengan berbagai pilihan menu minuman berkualitas.
Selain itu, perluasan kafe memuat hingga 250 seating capacity, 2 ruangan VIP, ada area indoor dan outdoor yang luas, dan terutama ada aula untuk berbagai event : wedding, seminar pelatihan, meeting, family gathering dan semacamnya.
Ruang untuk resepsi pernikahan dan acara lainnya tersebut bisa memuat tamu hingga 150 orang.
Fasilitas lainnya, terdapat 14 toilet, Musholla yang memuat 40 orang dan parkiran yang bisa memuat 40 mobil (roda empat).
Baca Juga: https://enewsindonesia.com/mabessa-coffee-produk-kopi-lokal-bone-rasa-internasional/
Manager Kafe dan Resto Ta Sugi, Andi Nurleni menjelaskan, perubahan nama ini diharapkan bisa lebih melambangkan kearifan lokal.
“Terlepas dari nama lama, semoga dengan nama ini lebih bisa menumbuhkan rasa kepemilikan masyarakat Bone,” harapnya.
Lebih lanjut Andi Nurleni menguraikan, Sugi dalam bahasa Bugis artinya sejahtera, dalam bahasa Jepang dipakai untuk menggambarkan hal yang mengagumkan.
“Dengan harapan dapat menjadi pioneer dalam menumbuhkan bisnis kuliner di Bone, semoga dapat menjadi tempat yang representatif untuk berbagai event, tempat pilihan utama saat ingin menikmati makanan dan minuman yang lezat,” harapnya.
Lebih jauh, Andi Nurleni menerangkan, Filosofi logo payung dijadikan sebagai simbol pemersatu, dengan doa agar dapat memayungi dan mengayomi yang bernaung di bawahnya terutama keluarga dan pegawai yang sudah seperti keluarga, warna kuning dipilih sebagai lambang keceriaan dan kebahagiaan serta semangat positif.
“Jika makanan kami enak dan pelayanan kami baik di lidah anda beritahu teman anda, jika ada kekurangan kami, beritahu langsung ke kami,” tutupnya. (Am)






