ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Jika Anda seorang penggemar kopi, Anda tentu tidak ingin melewatkan kopi Bontocani yang berasal dari Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Letak geografi dan pegunungan Bontocani yang diketahui dapat mempengaruhi aroma kopi diyakini sangat mampu menyaingi bahkan lebih dari aroma kopi Toraja.
Wilayah pegunungan Bontocani memiliki ketinggian dengan 1900 md pl dari permukaan laut. Lebih tinggi dari Toraja yang hanya sekitar 1200 md pl.
Bontocani berjarak sekitar 130 kilometer dari kota Watampone, ibu kota kabupaten Bone. Ia merupakan daerah pegunungan yang letaknya ujung Selatan kabupaten Bone.
Wilayah terluas di Bumi Arung Palakka, kabupaten Bone itu berbatasan langsung dengan kabupaten Sinjai, Gowa dan Maros.
Cara mendapatkan Kopi Bontocani tak susah lagi, saat ini ada yang dikemas dengan nama Kopi Mabessa (Mabessa Coffee).

Brand Kopi Mabessa diciptakan oleh owner Warkop Ruang Teduh, Muhamman Nurwan Tifta.
“Saya beli di BumDes Desa Bana kemudian saya olah dengan brand Kopi Mabessa,” kata Nurwan saat ditemui di Launching Warkop Ruang Teduh di Jalan Moh Yusuf, kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Rabu (26/7/2023).
Nurwan menyampaikan, saat ini kopi Bontocani dengan brand Mabessa ini sudah dipasarkan di beberapa ritel di Kabupaten Bone.
“Awalnya namanya kopi Bontocani, namun saat mengurus haki kami terkendala karena nama daerah, maka saya ganti jadi kopi Mabessa,” ungkapnya.
Sekda Bone yang hadir dalam launching warkop Ruang Teduh ini mengapresiasi peran pemuda dalam memajukan daerah seperti yang dilakukan oleh Nurwan tersebut.
“Apalagi nama kopinya, Mabessa, hal ini membantu visi misi Pemda Bone yakni Bone yang Mandiri, Berdaya Saing, dan Sejahtera,” terangnya.
Lebih lanjut Andi Islamuddin menyampaikan, Pemda harus selalu ada dalam hal- hal seperti ini.
“Kita cari anak muda yang mau berusaha, Pemda harus selalu ada di situ. Anak muda harus berani mencoba. Bagaimana cara memberdayakn potensi anak muda, pemerintah harus selalu ada,” katanya. (Am)






