ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Menjelang bulan Ramadhan 1444 Hijriyah, warga Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dihebohkan dengan kabar munculnya aliran yang diduga sesat.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Karang Taruna Kecamatan Libureng, Andi Idhil. Kata dia temuan kelompok menganut ajaran sesat di Dusun Pape, Desa Mattirowalie, itu diketahui usai ada laporan dari warga setempat ke pihak desa. Kelompok tersebut dipimpin orang bernama Puang Nene.
“Sudah ada beberapa pengikutnya. Sudah menyimpang itu, karena mereka tidak sholat Jum’at,” sebutnya ke Enewsindonesia.com, Rabu (22/3/2023).
Idhil melanjutkan, Puang Nene tersebut dianggap nabi oleh pengikutnya. Kalau dia (Puang Nene. Red) datang dan minum kopi, gelas pengikutnya tidak boleh lebih besar dari gelas Puang Nene.
“Kalau kayak adai dan terus minum kopi itu gelasnya nda boleh lebih besar dari gelasnya Puang Nene, dan kalau ada sisa kopinya itu di minum sama pengikut sebagai berkat,” papar Idhil.
Idhil menambahkan, pihaknya dan pemerintah desa setempat berrncana akan bersurat ke MUI Bone.
“Sementara saya kerjakan ini, bantu pak desa. Rencana kami akan bersurat ke Kecamatan dan MUI Bone,” ujarnya.
Jurnalis: Abdul Muhaimin






