ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Kabar terbunuhnya seorang mertua di tangan menantunya di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu sempat hebohkan masyarakat. Pasalnya, kejadian itu diduga hanya masalah sepele.
Kabar terakhir, terduga pelaku (WD) telah diamankan di persembunyiannya di Desa Mattampae, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone.
Terbaru, salah satu anak almarhum Kasim (korban pembunuhan tersebut), Rahim mengungkapkan kronologi awal yang menyebabkan tewasnya sang ayah di tangan iparnya sendiri.
“Pelaku pernah menunjuk-nunjuk ayah saya di depan penjual pedagang ayam potong dengan menuduh ayah saya menjual ayam dan memutus kabel listrik (lampu kandang),” ungkap Rahim saat ditemui Enewsindonesia.com, Kamis (16/2/2023).
Rahim melanjutkan, ayahnya (korban) telah menjelaskan ke pelaku bahwa yang dituduhkan kepadanya itu tidak benar.
“Ayah saya mantan Imam Dusun. Kesehariannya hanya di masjid dan di rumah, sambil ngajar ngaji,” terangnya.
Beberapa hari berlalu semenjak kejadian itu, tiba-tiba pelaku menelpon ke istrinya (saudara Rahim) menanyakan keberadaan mertuanya beralasan ingin meminta maaf atas kejadian saat di pedagang ayam potong.
“Saat itu hari Jum’at sekitar pukul 13.00 Wita, ibu saya (istri korban) kaget melihat ada bercak-bercak darah di lantai. Saat itu banyak anak-anak mengaji di rumah, ibu saya mengira ada salah satu anak yang kakinya tertusuk paku,” ujarnya.
Namun, lanjut Rahim, tak ada satupun anak-anak yang terluka hingga ibu saya tak menghiraukan hal itu.
“Tak lama, ibu saya mencari-cari ayah saya hingga seisi rumah mencarinya, memang tadi sempat terlihat ada pelaku lalu menghilang, hingga akhirnya ayah saya ditemukan tergeletak di kamarnya bersimbah darah,” katanya.
Rahim berharap, pelaku dihukum seberat-beratnya. Menurutnya ini adalah pembunuhan berencana.
Terpisah, pelaku pembunuhan tersebut mengaku menyesal. Sambil menitikkan air matanya saat diamankan di Mapolres Bone, ia mengaku menyesali perbuatannya di hadapan wartawan.
Sebelumnya diberitakan, Kasim (53) Warga Desa Tirong, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone, meregang nyawa ditangan menantunya saat tertidur lelap di kamarnya, sekira pukul 13.00 Wita, Jumat (10/02/2023) siang tadi.
Dari informasi yang dihimpun redaksi Enews Indonesia, pelaku diketahui bernama Wadi yang tak lain adalah menantu korban warga Desa Walenreng, Kecamatan Cina. (Mienk)






