ENEWS, WAJO ••》Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan dua bocah yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Walanae, Kelurahan Paddupa, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (29/5/) setelah sempat hilang terbawa arus sungai.
Korban diketahui bernama Akbar (11) dan Fatir (10). Keduanya dilaporkan tenggelam saat berenang bersama sejumlah temannya pada Kamis (28/5/2026).
Komandan Pos SAR Bone, Juni Arwan, mengatakan korban pertama, Akbar, ditemukan sekitar 12 kilometer dari lokasi awal kejadian.
“Korban bernama Akbar ditemukan sekitar 12 kilometer dari titik awal kejadian dalam kondisi meninggal dunia,” kata Arwan.
Sementara korban kedua, Fatir, ditemukan sekitar 3 kilometer dari lokasi tenggelam. Setelah dievakuasi, jenazah kedua korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
“Korban Fatir juga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 3 kilometer dari lokasi kejadian dan langsung dievakuasi untuk diserahkan kepada keluarga,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun tim SAR, kedua korban awalnya datang ke Sungai Walanae bersama empat rekannya untuk berenang.
Saat berada di bagian tengah sungai, keduanya diduga terseret arus yang cukup deras.
Teman-teman korban sempat melihat keduanya hanyut sekitar 150 meter dari titik awal sebelum akhirnya hilang dari pandangan.
Operasi pencarian melibatkan unsur BPBD Wajo, Basarnas Bone, SAR Brimob Bone, TNI, Polri, Damkar Wajo, Tagana, PMI, SAR Prima, Pramuka Peduli, MPBI, PSPB, serta warga setempat.
Wakil Bupati Wajo, dr. Baso Rahmanuddin, turut mengunjungi lokasi penemuan korban pada Jumat (29/5/2026).
Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan di sekitar sungai.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Wajo dan masyarakat, kami menyampaikan duka mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujarnya.
Baso juga meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di kawasan sungai.
“Kami mengimbau warga mengurangi aktivitas yang tidak penting di sekitar sungai dan meminta orang tua melakukan pengawasan terhadap anak-anak agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat atas kerja dan dedikasinya. Semoga menjadi amal ibadah bagi kita semua,” tutupnya. (Andi Ikbal)






