Firasat dan Harapan Ibu Korban Poliandri Maut di Bone

Foto: Ibu Abrar Sulfiandi (jilbab hitam) bersama sanak familinya saat mendatangi Mapolres Bone. (Dok. Zul)

ENEWSINDONESIA.COM, BONE — Setelah jenazah Abrar Sulfiandi korban pembunuhan di Kabupaten Bone dikebumikan, keluarga korban beramai-ramai mendatangi Mapolres Bone, Polda Sulsel untuk meminta keadilan hukum pada Rabu (23/8/2023) malam.

Nampak ibu dan sejumlah sanak famili korban yang masih diliputi luka yang mendalam atas tragedi ini.

banner 728x250

Selain itu, mereka juga telah mengamankan sejumlah barang pribadi dari korban berupa pakaian dan dompet untuk dibawa pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Bulukumba.

Saat ditemui, ibu korban Sefira Sulastri mengaku mendapat firasat saat kejadian pembunuhan yang menimpa anaknya tersebut.

“Saya gelisah dan sulit tidur. Hingga akhirnya saya tertidur tapi terbangun lagi pada dini hari dan tidak bisa lagi memejamkan mata hingga pagi hari,” cerita Sefira, ibu kandung Abrar Sulfiandi kepada Enewsindonesia.com.

Informasi kematian anaknya itupun diterimanya pada pagi hari melalui sambungan telpon seluler oleh istri korban sendiri.

Ibu korban juga bercerita tentang riwayat korban semasa hidupnya.

Menurutnya, Abrar Sulfiandi baik dan sabar dan terkadang bercerita kepada dirinya tentang kesedihan yang dialaminya saat harus merelakan sang istri menikah lagi di Malaysia saat korban pulang.

“Abrar memiliki satu orang anak dari Suriani yang berumur 8 tahun. Komunikasi saya dan Suriani tidak lagi hangat semenjak saya tahu Suriani menikah lagi,” bebernya.

Ibu korban hanya bisa berharap hukuman berat hingga hukuman mati kepada pelaku pembunuh anaknya yang menurutnya telah direncanakan.

Hal senada juga disampaikan paman korban, Ramlan Hasan. Ia menyatakan duka mendalam atas pembunuhan sadis ini dan berharap hukuman berat bagi pelaku.

“Saya juga berharap masyarakat bisa mengambil pelajaran dari kasus ini bahwa poliandri itu dilarang baik menurut agama terlebih agama,” tegasnya.

Sebelumnya diwartakan, Abrar Sulfiandi (31) yang merupakan suami kedua Suriani (23) setelah bercerai dengan suami pertamanya, meregang nyawa dan ditemukan dalam kondisi penuh luka bacok di sekujur tubuhnya pada pukul 04.00 Wita dini hari, Senin (21/8/2023) kemarin.

Aksi pembunuhan tersebut diduga dilakukan oleh suami ketiga Suriani yakni, Sainuddin (35) yang terjadi di Dusun 5 Bekku, Desa Paccing, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Kabar terakhir, aksi pelarian Sainuddin terhenti saat dibekuk polisi di wilayah Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara pada Rabu (23/8/2023) siang.

Personel dari Polres Bone sedang melakukan penjemputan terhadap terduga pelaku Sainuddin. (Zul)