ENEWS INDONESIA ••》Permainan gaplek atau domino kerap dipandang sederhana. Hanya menyusun keping demi keping, membaca angka, menghitung peluang, lalu menentukan langkah. Namun, di balik kesederhanaan itu, ada sesuatu yang lebih menarik: domino dapat menjadi ruang kecil untuk membaca karakter manusia.
Di atas meja domino, setiap orang memperlihatkan dirinya dengan cara yang berbeda. Ada yang tetap tenang ketika berada dalam tekanan. Ada yang mudah bingung dan kehilangan arah ketika permainan tidak berjalan sesuai harapan. Ada yang tergesa-gesa mengambil keputusan, ada pula yang panik ketika menghadapi situasi sulit.
Tidak sedikit pula yang mulai putus asa ketika peluang kemenangan semakin tipis. Sebaliknya, ada pemain yang tetap berusaha, membaca situasi, menunggu kesempatan, dan tidak mudah menyerah sampai keping terakhir diletakkan.
Di situlah domino menjadi lebih dari sekadar permainan.
Ia mengajarkan bahwa karakter seseorang sering kali terlihat ketika berada dalam tekanan.
Orang yang tenang bukan berarti tidak memiliki masalah. Ia hanya mampu mengendalikan dirinya ketika keadaan tidak berpihak kepadanya. Sementara mereka yang terburu-buru sering kali mengambil keputusan sebelum benar-benar membaca situasi.
Begitu pula dengan mereka yang mudah panik. Tekanan kecil terkadang cukup untuk membuat konsentrasi buyar. Sedangkan orang yang terus berusaha menunjukkan bahwa kegagalan dalam satu langkah bukan alasan untuk berhenti mencoba.
Domino dan Ujian Kejujuran
Permainan domino juga memiliki pelajaran penting tentang kejujuran.
Setiap permainan memiliki aturan. Ada giliran, ada keping yang dimainkan, ada perhitungan, dan ada kesepakatan yang harus dihormati bersama. Ketika seseorang bermain jujur, kemenangan yang diperoleh terasa lebih bermakna.
Sebaliknya, kemenangan yang diraih dengan cara-cara tidak jujur pada hakikatnya bukan kemenangan yang membanggakan.
Justru di meja permainan yang sederhana itulah integritas seseorang dapat diuji. Apakah ia tetap memegang aturan ketika tidak ada yang mengawasi? Apakah ia menerima kekalahan dengan lapang dada? Apakah ia mengakui kesalahan ketika melakukan kekeliruan?
Pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut sesungguhnya jauh lebih besar daripada permainan domino itu sendiri.
Sebab dalam kehidupan, kita juga berhadapan dengan aturan, tekanan, peluang, kekalahan, dan kemenangan. Yang membedakan seseorang bukan semata-mata hasil akhirnya, tetapi bagaimana ia menjalani proses untuk sampai ke sana.
Jangan Sampai Lupa Waktu
Namun, setiap permainan tentu memiliki sisi lain.
Domino dapat menjadi sarana bersosialisasi, mempererat persahabatan, menghilangkan penat, bahkan menjadi ruang bertukar cerita. Tetapi ketika dimainkan tanpa batas, permainan yang awalnya menjadi hiburan dapat berubah menjadi kebiasaan yang menghabiskan waktu.
Lupa waktu adalah salah satu sisi negatif yang perlu diwaspadai.
Satu ronde bisa berlanjut menjadi beberapa ronde. Dari sore berlanjut malam, dari malam bisa terus hingga larut. Tanpa disadari, waktu untuk keluarga, pekerjaan, istirahat, atau aktivitas yang lebih produktif ikut tergerus.
Karena itu, persoalannya bukan pada dominonya semata, melainkan pada bagaimana seseorang mengendalikan dirinya.
Permainan seharusnya menjadi hiburan, bukan mengendalikan kehidupan.
Pada akhirnya, gaplek atau domino mengajarkan sesuatu yang sederhana: hidup pun seperti permainan sebagaimana Allah S. W. T berfirman dalam kitab suci Alquran: إِنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۚ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا يُؤْتِكُمْ أُجُورَكُمْ وَلَا يَسْأَلْكُمْ أَمْوَالَكُمْ.
Artinya: “Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau. Jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta hartamu.”
Kita tidak selalu mendapatkan keping yang kita inginkan. Tidak semua langkah menghasilkan kemenangan. Terkadang kita berada dalam tekanan, mengalami kebuntuan, bahkan harus menerima kekalahan.
Tetapi dari sana karakter kita diuji.
Apakah kita tetap tenang? Apakah kita jujur? Apakah kita mampu menerima kekalahan? Apakah kita mau terus berusaha? Dan yang tak kalah penting, apakah kita mampu berhenti ketika waktunya berhenti?
Sebab kemenangan terbesar bukan selalu ketika kita mengalahkan lawan di atas meja.
Kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu mengalahkan ketergesaan, kepanikan, keputusasaan, ketidakjujuran, dan ketidakmampuan mengendalikan diri.
Domino mungkin hanya permainan. Tetapi dari permainan sederhana itu, kita bisa belajar banyak tentang manusia—termasuk tentang diri kita sendiri.




