Bone  

Dorong Pelestarian Budaya, Disbud Bone Gelar Pelatihan Pernikahan Adat Bugis

Momen gelaran Pelatihan Pernikahan Adat Bugis yang berlangsung di Hotel Helios Bone pada 9–11 Desember 2025. (Dok. Zhera)

ENEWS, BONE •• Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Kebudayaan resmi membuka Pelatihan Pernikahan Adat Bugis yang berlangsung di Hotel Helios Bone pada 9–11 Desember 2025.

Kegiatan ini menjadi program strategis pemerintah daerah dalam upaya menjaga kelestarian adat Bugis, khususnya pada prosesi pernikahan tradisional.

banner 728x250

Perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan nilai-nilai adat Bugis tetap terpelihara di tengah perkembangan zaman.

Tradisi pernikahan Bugis dinilai memuat nilai moral, sosial, dan spiritual yang penting sehingga perlu diajarkan kepada generasi pelanjut.

Pelatihan tersebut diikuti puluhan peserta, mayoritas berasal dari kalangan Master of Ceremony (MC) dan Wedding Organizer (WO) yang selama ini terlibat langsung dalam pelaksanaan rangkaian acara pernikahan.

Para peserta mendapatkan materi terkait struktur, simbol, filosofi, serta tahapan dalam prosesi adat Bugis yang kerap mengalami penyederhanaan.

Dinas Kebudayaan menghadirkan dua narasumber kompeten dalam bidang budaya Bugis.

Pertama, H.A.M.Y. Tenri Tappu membawakan materi “Dinamika Perkawinan Adat dalam Masyarakat Bugis Bone” yang mengulas perubahan pelaksanaan adat dari waktu ke waktu serta pentingnya memahami konteks sosial budaya dalam setiap tahapan upacara.

Kedua, Prof. Halilintar Lathief melalui materi berjudul “Botting Adek Ugi” memberikan penjelasan mendalam mengenai istilah, simbol sakral, dan tahapan prosesi pernikahan Bugis.

Dinas Kebudayaan menyampaikan bahwa program serupa akan terus diselenggarakan secara berkala sebagai langkah konkret pelestarian budaya.

Pemerintah berharap peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan yang mereka tangani, baik di lingkup keluarga, komunitas, maupun masyarakat luas.

Pelatihan ini diharapkan melahirkan generasi pelaksana adat yang profesional serta mampu menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya Bugis.

Jurnalis: Zhera Syarnia





Tinggalkan Balasan