ENEWSINDONESIA.COM, MOROTAI – Ratusan pedagang Rica, Bawang, Tomat (barito) mengeluhkan kondisi pasar Rakyat Gotalamo yang berada di Central Business District (CBD), Desa Gotalamo, Kecamatan Morotai Selata, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara yang sepi pengunjung hingga mereka mengalami kerugian.
Salah satu penyebab sepinya pengunjung karena banyaknya pedagang yang berjualan di luar area pasar seperti di depan-depan rumah.
Hal lain yang membuat pengunjung berkurang yakni, semakin banyaknya penduduk Pulau Morotai yang bekerja di luar kabupaten bahkan di luar provinsi disebabkan kurangnya lapangan pekerjaan di Morotai.
“Pada tahun 2023 ini, pembeli sudah sangat berkurang. Biar kami (pedagang Barito) punya jualan banyak tapi pembeli sudah sangat kurang,” ungkap Yun, salah satu pedagang yang ditemui Enewsindonesia.com di temapt jualannya, Rabu (22/2/2023).
Lebih lanjut ia mengatakan, dengan kurangnya pembeli kadang jualannya busuk.
“Jadi kita buang begitu saja. Jadi kita (pedagang Barito) tidak ada untungnya malahan kita rugi,” ucapnya.
Dibandingkan tahun sebelumnya yakni di tahun 2021 dan 2022 pedagang di pasar tersebut mendapatkan untung mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 4 juta.
“Tahun 2023 ini kami mendapatkan hasil penjualan satu hari hanya 60 ribu rupiah,” sebut Yun.
Yun menegaskan, bila hal begini terus dialaminya, ia berencana akan kembali ke pasar yang lama.
“Cobalah Pemda Morotai turun langsung agar bisa melihat langsung kondisi pasar saat ini,” harapnya.
Tidak hanya, Yun. Pedagang lain, Nanda juga menyampaikan keluhan yang serupa.
“Untuk apa mereka (pemda) membangun pasar sebesar ini kalau pembelinya tidak seperti dulu lagi,” katanya sembari memperlihatkan pisang jualannya yang sudah membusuk.
Para pedagang berharap kepada pemerintah daerah agar bisa mengembalikan pedagang-pedagang Barito yang berjualan di depan rumah untuk kembali ke pasar agar pasar itu bisa kembali normal.
“Yang ke dua kami berharap agar pemerintah daerah membuka lapangan pekerjaan agar orang Morotai yang kerja di luar bisa kembali, seperti yang sebelumnya,” tutupnya. (Ranto Daeng Badu)






