Momen Lebaran di Tanah Bugis, Gambang Paling Banyak Diminati

ENEWSKULINER •• Ada satu hidangan di tanah Sulawesi yang selalu hadir hampir di setiap rumah – rumah masyarakat Bugis bila hari lebaran tiba. Yah, namanya Gambang (tape ketan hitam). Kuliner ini banyak diminati di acara  Massiara (tradisi silaturahmi saat lebaran).

Bentuknya unik, yakni bulat menyerupai bola pimpong. Gambang ini sangat cocok dijadikan hidangan penutup setelah menyantap makanan berat.

banner 728x250

Rasanya manis dengan tekstur yang lembut dan berair. Namun Gambang ini bahaya bila dimakan bersama buah durian karena mengandung ragi yang merupakan zat yang dapat menyebabkan fermentasi.

Salah satu warga Desa Tungke, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Sulawesi selatan bernama Eti mengungkapkan bahwa proses pembuatan Gambang ini memakan waktu tiga sampai empat hari.

Eti mengatakan bahwa pembuatannya tidak terlalu rumit namun harus didiamkan dulu selama dua hari untuk hasil yang lebih baik.

“Bahannya itu, beras ketan hitam satu liter, ketan putih dua liter, terus ragi tiga biji,” beber Eti.

Eti menerangkan, beras ketan hitam dan ketan putih yang telah dicampur menjadi satu dicuci lebih dahulu, lalu kemudian direndam menggunakan air bersih selama tiga jam.

“Dicampur dengan beras ketan putih karena kalau tidak, terhambur jadinya. Sudah saya coba tidak campur, terus terhambur atau hancur itu Gambang,” ujarnya.

Setelah itu, beras ketan dikukus hingga matang dan kemudian disiram menggunakan air panas agar teksturnya berubah menjadi lembek.

“Sudah itu, dibiarkan hingga dingin, terus ditaburi dengan ragi untuk dapat diaduk sampai merata,” katanya.

Proses selanjutnya, beras ketan kemudian dibentuk bulat menyerupai bola bisbol agar tampilannya terlihat semakin menarik.

Beras yang telah dibentuk menjadi bulat kemudian disimpan ke dalam sebuah panci dengan keadaan tertutup rapat selama dua malam. Tujuannya, agar Tape yang sudah jadi nantinya terasa lebih manis.

“Ditutup rapat-rapat. Tidak boleh dibuka sebelum dua malam. Kalau dibuka sebelum itu, jelek jadinya itu Tape,” ungkapnya.

Setelah itu, Gambang siap untuk dinikmati. Di luar hari lebaran biasanya, Gambang ini bisa didapatkan di tempat – tempat khusus yang menjual makanan ini. (Enews)





Tinggalkan Balasan