ENNEWSINDONESIA.COM, MOROTAI – Central Business District (CBD) atau kawasan pusat bisnis, niaga, komersial, rekreasi serta wisata religi adalah suatu wilayah penting dalam pusat kota Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.
Di sisi utara juga terdapat Pusat Jajanan Kuliner dan Cendramata (PJKC) yang dilengkapi dengan panggung musik. Pemuda – pemudi Morotai dan dari luar, senang nongkrong di tempat ini.
Namun, beberapa pengunjung dan pemilik/pengelola warung kuliner di tempat terssbut mengeluhkan beberapa fasilitas yang ada.
Hayun, salah satu pengelola/ pemilik warung kuliner di tempat tersebut mengungkapkan bahwa toilet/WC selalu dikunci hingga tidak bisa digunakan.
“WC sejauh ini sudah disediakan Dinas terkait (Prdakop) namun sejauh ini tidak bisa digunakan,” ungkap Hayun, Sabtu (23/4).
Ira, salah satu pengunjung juga mengungkapkan hal yang sama.
“Torang setiap kamari makang, minum kopi, kong tong rasa buang air kecil dan besar, tong kesana di kamar mandi/WC, selalu di kunci (setiap kami ke tempat ini untuk makan, minum kopi dan ingin ke kamar mandi/WC, selalu dikunci,” ungkap Ira.
Pengunjung lain bernama Han wairo juga keluhkan hak yang sama. Han Wairo menyatakan, selama dua minggu belakangan dirinya berkunjung di CBD dengan tujuan berkumpul dengan teman -temannya dari mahasiswa sekaligus minum kopi dengan waktu yang cukup lama sekitar 4-5 jam.
“Tiba – tiba saya ingin buang air, sehingga mencari WC. Akan tetapi WC tersebut sudah terkunci. Ketika minta izin terhadap orang yang pegang kunci, masih ada pertimbangan dari yang bersangkutan karena menurutnya bahwa air tidak jalan makanya saya tidak di beri kunci padahal rasa buang air sudah di ujung tanduk,” ujarnya kesal.
Pengunjung berharap hal ini bisa menjadi perhatian pemerintah karena toilet/wc adalah hal yang sangat penting. Karena ini untuk kebersihan dan keindahan CBD dan PJKC yang menjadi tempat kebanggan warga Pulau Morotai.
Ranto






