banner 728x250

Pengabdian

Photo Alan Pemuda Millenial Kecamatan Luyo ( Istimewah* ) |Enewsindonesia.co

“Sosok Tauladan Seorang Polisi”

Enewsindonesia.com, Oleh : Alan

banner 728x250

Semua punya kenangan masa kecil, saya sendiri merindukan itu bersama teman teman kampung. Desa Puccadi adalah tempat kami bermain dan berproses. Warna-warni meliputi desa kecil itu, ada banyak ragam karakter kehidupan didalamnya. Salah satu teman kecilku berkata “kamu masih ingat gak waktu kita main ini main itu, curi ini curi itu?” sambil mengusap dada dalam hatiku berkata “Astagfirullah, saya pernah begitu bobrok, barbar mandar menyebutnya (gengge/po’la)”

Desaku Puccadi dikenal sebagai Texasnya kecamatan Luyo, hampir semua warga kecamatan Luyo tahu hal itu, sampai tokoh pemuda familiar yang akrab disapa Kak Ancu pernah berkata kepadaku : “Damo mucuritangan bopadza iting sau puccadi kandi, sicco-sicco tappa kowi lakka nawawa seiyya (Tidak usalah anda ceritakan kepada saya bagaimana itu Desa Puccadi, salah sedikit, lansung parang panjang yang dibawa masyarakat”. Kemudian sambil merapikan peci hitamnya dan memperbaiki duduk bersilahnya beliau berpesan: “so’naimo tia lao, tinggal pamanarang’i nanaekena, putus rantai itu (Biarkan saja, sekarang waktunya untuk mencerdaskan generasi Pucacadi dengan memutus mata rantai yang orang niali puccadi itu wialayah teksas)” Banyak aktifitas masyarakat yang keluar dari norma, hukum dan agama. Kasus bersifat pidana juga sering terjadi.

Beberapa tahun berlalu, lima tahun saya meninggalkan desa menuju pulau jawa untuk menuntut ilmu. Hanya tiga tahun saya tinggalkan, lalu datang kembali. Saya menyaksikan hari ini Puccadi banyak perubahan. Perubahan itu dibawa oleh sosok Polisi yang sangat bersahaja dan Brilian. Beliau berhasil menebar cinta dan kebaikan, membawa manfaat dan perubahan signifikan di masyarakat. Tidak segan-segan beliau bergaul dengan orang tua kampung layaknya seperti putra Puccadi sendiri. Beliau juga bergaul dengan pemuda/pemudi dan cukup lihai memposisikan dirinya seperti kakak.

Kadang-kadang masyarakat juga melihat beliau berdiskusi dengan beberapa penjudi, peminum, penyabung ayam dan beberapa aktor tindak kriminal lainnya. Yang buat heran, beliau diterima dengan senang hati, sehingga wajar saja kita curiga dong, apakah dia polisi atau aktor kriminal? sepertinya beliau punya warisan ilmu dari Naruto yang bisa membagi diri, atau Ilmu malih rupa yang dimiliki sunan kalijaga, Hehehe…

Masyarakat akrab memanggilnya “Pak kifli” Nama lengkapnya Bapak Zoel Dtt Aipda Zulkifli, SH. Sudah tujuh tahun bertugas di desa Puccadi dan Mapilli Barat. Ditahun-tahun pengabdiannya kepada masyarakat, pak Kifli selalu dihadapkan problema hukum, agama, kenakalan remaja, ekonomi dan fenomena yang bersifat kemanusiaan. Contoh kecil, Sabung ayam sering terjadi di puccadi dan mapilli barat sudah tidak ada lagi, terakhir lihat di media sampai-sampai ada masyarakat yang lompat ke sungai untuk menghindar. Begitu juga dengan pemain kupon putih, terakhir mendengar kabar, itu terjadi di puccadi dan beberapa warga diamankan, semua ini adalah tindakan hukum yang dilakukan oleh pak Kifli dengan ide dan strateginya yang jitu.

Selalu mendamaikan pertikaian antarwarga seperti sengketa lahan di daerah Limboro desa Puccadi, mendamaikan konflik beberapa tapal batas pekarangan penduduk, mendamaikan perkelahian pemuda, mendamaikan konflik tabrakan tanpa ada permasalahan, warga kampung sebelah akibat dua ekor sapinya digigit oleh anjing warga Puccadi, diampingi penyuluh agama dan pemerintah desa Puccadi. Bahkan pak Kifli juga berhasil mendamaikan konflik antara komunitas pemuda dan pemerintah desa puccadi yang disebabkan oleh issue yang tidak jelas di media sosial.

Lebih menariknya lagi sisi kemanusiaan, pak Kifli juga turun tangan. Kanneq Ulung adalah nenek renta, hidup sebatangkara di gubuk kecil, ditengah tengah kebun tanpa ditemani anak cucunya, pak kifli sempat menjenguk keadaannya dan menviralkan di media sosial bersama dengan warga. Begitu juga dengan Bahari, seorang pemuda yang mengalami depresi kejiwaan tingkat tinggi, jika penyakitnya memuncak dia bisa membahayakan nyawa orang lain.

Pak Kifli juga turun tangan mengenai kesehatan dan keamanan Bahari. Dan terimakasih juga kepada mantan kepala desa Puccadi  Muhammad Ali tarangga bersama teman teman lainnya merancang pembuatan jeruji besi untuk mengamankan bahari yang bisa tiba tiba mengamuk, meskipun sudah tidak menjabat, tapi beliau masih antusias memperhatikan masyarakat. Ada juga seorang anak yang menderita gangguan kesehatan dibagian duburnya, pak Kifli dengan tanggap juga mendampingi, dan masih banyak lagi pendampingan serta pelayanan prima yang beliau persembahkan.

Suatu hari dibawah naungan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM), pak Kifli berbincang dengan Pak Syarif selaku penyuluh agama kecamatan,Pak syarif bertanya: “Jadi inti tujuan tugas bapak ini apa?” dengan tubuh tegak pak Kifli menjawab: “Untuk mappakalabbiq paqbanua (Untuk memuliakan suatu daerah/kampung)”begitupun dalam banyak kesempatan musyawarah, pak Kifli selalu mencupkan semboyang :

“Musyawarah untuk menyelesaikan masalah menuju keamanan dan ketertiban bersama”

Dengan jasa-jasa beliau yang sudah terbukti, pak Kifli meraih BHABINKAMTIBMAS Tauladan se Kabupaten Polewali Mandar. Terimakasih pengabdiannya pak. Semoga bapak sehat selalu dalam menjalankan tugas.

Puccadi, 12 April 2020

(Alan/Hw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *