banner 728x250

Kabar Gembira, Pendakian Gunung Gede Pangrango Kembali Dibuka

Enewsindonesia.com — Akhirnya, mulai Rabu, 21 Oktober 2020, jalur pendakian di Gunung Gede Pangrango kembali dibuka untuk masyarakat umum. Informasi tersebut disampaikan secara langsung oleh TNGGP (Taman Nasional Gunung Gede Pangrango).

Dalam keterangan rilisnya pada situs resmi TNGGP menyatakan bahwa pembukaan kembali jalur pendakian tersebut berdasarkan Surat Edaran yang diberikan oleh Kepala Balai Besar TNGGP No. SE 1195/BBTNGGP/Tek.2/10/2020. Yaitu seputar Pembukaan Kembali Pendakian Gunung Gede.

banner 728x250

Sebelumnya pihak TNGGP sebenarnya sudah melakukan reaktivasi di tahap pertama lewat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan No. SK 261/MENLHK/KSDAE/KSA.0/6/2020 tentang reaktivasi secara bertahap Kawasan Taman Nasional.

Dimana dalam nomor SK tersebut disebutkan bahwa penerapan batasan kuota pengunjung selama pendemi hanya sebesar 50% saja dari kuota harian pada umumnya. Namun meski begitu, ada beberapa poin yang wajib diperhatikan tentang pembukaan kembali jalur pendakian di Gunung Gede Pangrango hari ini, yaitu:

1. Jalur pendakian mulai dibuka kembali hari ini, 21 Oktober 2020 dengan ketentuan hanya boleh menampung pendaki sebanyak 25% saja dari batasan normal. Atau setidaknya hanya boleh dikunjungi oleh 300 orang pengunjung per hari di semua pintu pendakian.
2. Pintu pendakian Gunung Gede Pangrango meliputi Gunung Putri, Cibodas, dan Selabintana.
3. Meski jalur pendakian sudah dibuka, namun penerapan protokol kesehatan tetap ditingkatkan. Itulah sebabnya dari pintu masuknya sudah diatur dengan ketat dan setiap pendaki wajib melakukan booking online di situs resminya langsung lewat situs http://booking.gedepangrango.org/. Selain itu, pendaki juga harus melakukan pemeriksaan kesehatan serta menyiapkan Surat Keterangan Sehat di hari H pendakiannya.
4. Setiap pendaki wajib menjaga jarak di antara pendaki lainnya minimal 1 meter selama berjalan di jalur pendakian Gunung Gede Pangrango.

Dalam keterangannya, Kepala Balai Besar TNGGP, yaitu Wahju Rudianto mengatakan bahwa pembukaan pendakian di TNGGP ini dilakukan untuk menggerakkan perekonomian kembali di bidang wisata alam.

“Juga turut berperan aktif dalam memulihkan kondisi psikologis masyarakat khususnya untuk para pendaki pasca isolasi dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB),” begitulah kata Wahju Rudianto selaku Kepala Balai Besar TNGGP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *