banner 728x250

Budaya Mamasa Harus Dilestarikan

Enewsindonesia.com, MAMASA – Dalam lawatannya ke Kabupaten Mamasa, rombongan Pemerintah Provinsi Sulbar disambut tari-tarian oleh Sanggar Seni Waisapalelean dalam acara ramah tamah di Aula Hotel Aula hotel Matana II, Rabu, 6 November.

Sejumlah penari tampil apik dihadapan Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar; Wakajati Sulbar, Julianto; Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Mamuju, Letkol Marinir La Ode Jimmy Herizal Rachman.

banner 728x250

Mereka menari dengan tarian Bulu Londong, dan Tari Malluya, yang dikolaborasikan Musik Bambu (Pompang). Mereka tampil memukau dengan alat musik bambu dengan tarian dan pakaian adat khas daerah.

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, mengapresiasi penampilan Sanggar Seni Waisapalelean ini. Sulbar, kata dia, memang sangat kental budayanya.

“Budaya kita kental, ada agama beragam, selalu toleransi, karena pergaulan kita lewat budaya yang melekat,” katanya.

Wakajati Sulbar, Julianto juga memuji penampilan para penari tersebut. Menurutnya, setiap daerah memang punya keunikan masing-masing dalam seni dan budaya.

“Saya sudah pindah tugas 15 kali dan masing-masing daerah punya keunikannya. Saya sangat terpesona dengan tarian dengan bambu yang ditiup hingga menimbulkan bunyi-bunyian yang menarik,” katanya.

Dalam perkenalannya di malam ramah tamah itu, Julianto berharap dalam kunjungan ini bisa tercipta kordinasi yang baik antara pemerintah Kabupaten Mamasa dengan pihak kejaksaan.

“Visi kami bagaimana mengawal pembangunan agar tidak ada keraguan menyerap anggaran. Jangan lagi takut akan kriminalisasi. Hal ini agar pembangunan dinikmati masayarakat hingga bisa menimbulkan income untuk daerah,” katanya.

Sedangkan misi utama kejaksaan, kata dia, menyukseskan pembangunan daerah.

“Tidak ada lagi menakut-nakuti, justru kalau ada kesalahan laporkan segera kepada kami. Nanti kami carikan solusinya,” ujarnya.

Editor : Adi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *