Benih Jagung Gratis Diduga Diperjual Belikan di Bengo, Ini Penjelasan Camat

Foto: Benih jagung hibrida bantuan gratis pemerintah.

ENEWSINDONESIA.COM, BONE ■ Benih jagung hibrida bantuan pemerintah yang seharusnya dibagikan cuma-cuma bagi petani di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan diduga diperjual belikan oleh oknum kepala kelompok tani di Desa Tungke, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Hal itu diungkapkan salah seorang warga Desa Tungke, IW kepada Enewsindonesia.com, siang tadi, Jumat (15/12/2023).

banner 728x250      
 

Dikatakannya, para petani membelinya dengan harga beragam, mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu rupiah.

Engka masalae bantuan bibit arelle massu na dipakkamaja masyarakat’e alasan na loi gare melliangi kadera kantorona Pertanian Libureng (ada masalah bantuan bibit jagung keluar tapi masyarakat membayar dengan alasan membeli perabot kantor pertanian di Dusun Libureng, Desa Selli. Red),” ungkapnya dengan menggunakan bahasa Bugis melalui pesan singkat kepada Enewsindonesia.com, Jumat (15/12/2023).

Menurutnya, benih jagung tersebut seharusnya gratis, hal itu juga terpampang jelas dalam tulisan di karung bibit jagung tersebut.

“Saya kira ini janggal, kok bisa masayarakat/petani dikasi membayar,” katanya.

Menanggapi hal itu, Camat Bengo Edy Saputra Syam menjelasakn bahwa memang ada bantuan benih jagung masuk ke Kecamatan Bengo.

“Betul ada bantuan masuk dan itu memang gratis,” katanya kepada Enewsindonesia.com melalui sambungan telpon seluler.

Namun, kata Camat Bengo, terkait pembayaran yang beragam tersebut, itu merupakan keperluan kelompok tani masing-masing, bukan untuk pembelian bibit.

“Kami sudah konfirmasi langsung ke warga dan kami tegur langsung karena sebenarnya momen yang kurang tepat. Seharusnya untuk mengumpulkan dana ke anggota kelompok tani untuk kemaslahatan bersama, jangan saat dibagikan bibit jagung, itu yang bisa menimbulkan presepsi liar,” terang Edy.

Contohnya, kata Edy, terdapat 3 kelompok tani yang berada di Dusun Coppo Bulu. Untuk akses ke sana yang lumayan jauh ke lereng gunung untuk mengantarkan bibit itu butuh biaya, maka para kelompok tani bersepakat untuk membayar untuk transportasi.

“Bukan bibitnya yang dibeli. Tapi keperluan-keperluan lain untuk kemaslahatan mereka bersama,” kata dia.

Ditambahkannya, bila memang ada yang terbukti memperjual belikan benih jagung tersebut maka pihaknya akan menindak tegas.

“Kami akan turun tangan jikalau memang ada yang memperjual belikan bibit bantuan tersebut,” pungkasnya.

Jurnalis: Abdul Muhaimin

banner 728x250   banner 728x250   banner 728x250  

Tinggalkan Balasan