banner 728x250

Badko HMI Sulsebar Kawal 535 Pengungsi Kerusuhan Papua di Makassar

Enewsindonesia.com, Makassar – 535 transmigran di Wamena, Papua mengungsi ke Asrama Haji Sudiang, Kota Makassar, Sabtu 5 Oktober.

165 pengungsi dari Sulawesi Selatan (Sulsel), sementara 370 orang lainnya dari luar Sulsel. Sebelumnya mereka bekerja dan ada pula menetap disana. Namun akibat konflik horizontal, mereka terpaksa meninggalkan Papua.

banner 728x250

Kondisi ini memicu keprihatinan banyak pihak. Di antaranya Pengurus Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (Badko HMI) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar).

Ketua Bidang Sosial Dan Kesejahteraan Masyarakat, Badko HMI Sulselbar, Heri Dahnur Syam mengungkapkan, mereka intens mendampingi para pengungsi dari pelabuhan Kota Makassar ke titik pengungsian. Di antaranya mengkoordinasikan ke tim medis jika ada pengungsi yang sakit. Tak hanya itu, para partisan Badko HMI pun rela jadi buruh angkut barang demi membantu pengungsi.

“Kami jemput di pelabuhan. Teman-teman pun angkut barang ke bus yang akan ditumpangi ke asrama haji. Sementara ini mereka disana sambil menunggu diberangkatkan ke daerah masing-masing,” kata Heri.

Heri tahu sulit meredam kerusuhan. Tetapi pemerintah tak boleh membiarkan kondisi itu berlarut. Mesti segera diselesaikan. Warga memiliki hak konstitusional untuk mendapat rasa aman.

“Kami paham kondisi negara saat ini. Namun kejadian di Wamena juga harus cepat diselesaikan. Ini demi keamanan bangsa dan saudara-saudara kita di Wamewa,” tegasnya.

Salah seorang pengungsi asal Toraja, Herman (28) mengungkapkan, kondisi di Wamena maki memburuk. Penduduk lokal membabi buta menyerang warga lain.

“Warga disana sekarang sudah tidak memandang lagi persaudaraan. Asalkan warga luar, harus tetap waspada” pungkas bapak dua anak itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *