Andi Irwandi Himbau Pilkades Damai Dalam Reses di Mattiro Deceng

ENEWSINDONESIA.COM, BONE – Siapakah yang bisa menjamin di tempat ini, pemilihan kades secara langsung jauh lebih baik memberi solusi pada penataan desa di Bone?

Bukankah kita telah menyaksikan sekian lama pilkades langsung ini telah membelah persaudaraan, membelah sanak famili yang notabene hidup serumpun dalam satu desa?

banner 728x250      
 

Pernyataan penuh emosional itu, membuat seluruh peserta reses diam dan tertunduk. Menatap mata pembicara pun tak kuasa.

Andi Irwandi Natsir, anggota DPRD Provinsi Sulsel menikam riuh hadirin. Bahkan ketiga calon Kades yang hadir tak kuasa menimpali.

“Tidakkah kalian telah melihat dan merasakan perseteruan politik di desa telah memisahkan kalian bersepupu, bersaudara, ponakan, dan paman memutus silaturrahmi hingga akhir hayat, layaknya perseteruan tanah yang tak kunjung ketemu formulanya bahkan proses hukum positif pun tak menuntaskan rasa keadilan di hati kalian,” terangnya.

Desa Mattiro Deceng merupakan desa yang terisolir oleh bentang sungai Walanae, hingga akses warga ke kota induk yakni Kecamatan Libureng terputus.

Mereka harus keluar ke Kecamatan Lapri memutar kembali di Tanabatue menuju Camming kota kecamatan untuk keperluan administrasi.

Bagi warga desa, kedatangan Andi Irwandi ini merupakan kegiatan Reses pertama Anggota DPRD Provinsi Sul-Sel ditempat mereka, Sabtu (19/11/2022).

Antusiasme warga pun sangat terasa, nampak dari lima petak baruga acara tak cukup menampung semua peserta dari dua desa di tempat yang terisolir tersebut. Yakni Desa Binuang dan Mattiro Deceng.

“Terima kasih banyak Petta Dewan (pak dewan), anrikku (adikku) Andi Irwandi telah datang ke tempat kami. Tak panjang yang ingin saya sampaikan, selamat datang di desa kami dan lihatlah apa yang kami alami selama ini, akses jalan dan jembatan jauh dari layak,” tutur Sekdes Mattiro Deceng dalam sambutannya.

Dia melanjutkan, ini pertama kali ada Reses DPRD Provinsi di tempat itu.

“Semoga memberi manfaat baik terhadap kami begitupun di ‘sesena to malibbe’ta Petta Dewan (di sisi beliau pak dewan),” tandasnya.

Reses Masa Sidang I Tahun Anggaran 2022/2023 berlangsung pada tanggal 16-23 November, bertepatan dengan momentum pilkades Gelombang II Bone, yang jatuh pada tanggal 24 November 2022.

Desa Mattiro Deceng sendiri merupakan salah satu dari 147 desa yang akan melaksanakan pemilihan pada gelombang tersebut. Andi Irwandi, menyampaikan beberapa pesan sejuk untuk meredam panasnya politik Pilkades.

“Ketiga calon kades semua hadir, saya sangat bersukacita melihatnya. Tentu ini sebagai pertanda bahwasanya pilkades di Mattiro Deceng ini, Insya Allah akan lancar dan damai,” kata Andi Irwandi.

Ketiganya bukan orang jauh, lanjut dia, semua masih kerabat, ada yang kerabat dekat ada orang yang dia tuakan dan ada sahabat akrab.

“Tentu bukan tempatnya bagi saya menyatakan dukungan kepada siapa tetapi mengingatkan siapapun yang terpilih secepatnya membangun komunikasi untuk memperbanyak program masuk di desa,” ucapnya.

“Tadi sudah ada aspirasi soal lahan tidur, dan meminta pompanisasi sumur bor. Untuk sementara, satu titik saya talangi secara pribadi. Selanjutnya bagi yang terpilih silahkan usulkan semua titik untuk kita masukkan sebagai usulan dalam penganggaran yang akan kami bahas,” sambungnya.

Selain itu Andi Irwandi berbagi kisah pengalamannya saat menjadi kades di desa terpencil untuk memotivasi warga untuk bangkit dan tak berkecil hati berdiam di daerah pelosok.

“Tak banyak politisi yang mau dan mampu memulai karir dari bawah, saya sendiri pasca menimba ilmu di dunia kampus, belajar memimpin di organisasi internal dan Kepmi Bone. Memilih kembali ke desa mengikuti pemilihan di usia 25 Tahun,” katanya.

“Tak ada listrik, tak ada jaringan telepon tak ada aspal. Memimpin desa yang hanya dihuni oleh 3 orang alumni SMA, daerah perbatasan perlintasan 3 Kabupaten tetangga. Maros, Gowa dan Sinjai sungguh perjuangan yang sangat sulit, tanpa Dana Desa seperti sekarang ini. Mengurusi hampir tiap hari perselisihan antar keluarga karena tanah warisan,” lanjutnya.

Hal pertama yang dia lakukan begitu terpilih menjadi Kades saat itu adalah memperjuangan jembatan Sungai Lita yang memutus akses warga menjual hasil bumi ke kota. Berbekal pengalaman sebagai demonstran, Andi Irwandi memimpin dua warga desa menyampaikan aspirasi ke kantor DPRD pada saat itu.

“Ada dua warga desa saya ajak, Mattirowalie dan Watang Cani, kami ajak dan ajari cara menyampaikan aspirasi. Kami tak mau beranjak dari kantor DPRD kala itu, semua warga ikut bermalam dalam aksi itu, bahkan sampai mengancam Pemda jika tak diindahkan kami lebih memilih bergabung dengan Kabupaten Maros, karena lebih dekat,”tandasnya.

“Jauh lebih parah dari tempat ini. Sekarang alhamdulillah listrik dan akses jalan sudah pada lancar. Desa Mattiro Deceng pun harus begitu, sekarang kami hadir dan siap berjuang bersama warga disini,” tambah Andi Irwandi disertai tepuk tangan seluruh peserta. (*)

banner 728x250   banner 728x250   banner 728x250  
Editor: Andi Akbar

Tinggalkan Balasan