Majene  

Aktivis Apresiasi Kinerja Polda Sulbar Berantas Korupsi: Tolong Pantau Majene

Foto: Aktivis HMI Majene, Zulkifli.

ENEWSINDONESIA.COM, MAJENE ▪︎ Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majene, Sulawesi Barat mengapresiasi Satuan Subdit lll Tipidkor Polda Sulawesi Barat atas keberhasilannya mengamankan oknum kadis di wilayah Pemkab Mamuju berinisial (JD) atas dugaan suap fee proyek.

Zulkifli berharap agar pemberantasan dugaan kasus korupsi tersebut ikut diberlakukan di wilayah Kabupaten Majene karena menurutnya, apa yang terjadi di Mamuju tidak akan jauh berbeda dengan apa yang terjadi di Majene.

banner 728x250      
 

“Saya sangat bangga dan apresiasi terhadap kepolisian Polda Sulbar yang berhasil melakukan operasi tangkap tangan oknum kadis di Mamuju tetapi saya berharap agar di Majene ikut dipantau,” tegasnya kepada Enewsindonesia.com, Sabtu (6/1/2024).

Zulkifli menyebut, di Kabupaten Majene tidak menutup kemungkinan dugaan-dugaan hal seperti itu banyak terjadi.

“Siapa tahu di Majene ada oknum-oknum calo-calo proyek yang berkeliaran,” kata Zulkifli.

Zulkifli menambahkan, di Kabupaten Majene sama-sama mengelola anggaran besar dan mempunyai proyek besar bersumber anggaran DAK.

“Di Majene beberapa OPD seperti Dinas Kesehatan, RSUD, Dinas PU dan Disdikpora kita ketahui bersama adalah OPD yang mengelola anggaran besar dan mempunyai beberapa proyek anggaran besar dengan sumber pendanaan jenis (DAK). Semoga di Majene ada yang berhasil ditangkap seperti di Mamuju dan tidak terkesan memilah-milih orang dan pejabat yang ingin ditangkap,” terang Zulkifli.

Menanggapi hal itu, Kasubdit lll Tipidkor polda Sulawesi Barat, AKBP Hengky Kristanto Abadi yang dikonfrimasi melalui chat Whatsapp mengatakan agar perbuatan korupsi, suap, pungli, dan grativikasi tidak lagi terjadi di Sulawesi Barat

“Ya, pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat Sulawesi Barat dalam upaya kami memberantas perbuatan korupsi. Saya berharap tidak ada lagi perbuatan dugaan korupsi, suap, pungli dan grativikasi di Sulawesi Barat,” pungkasnya. (Arfan Renaldi)